Home / Uncategorized

Sabtu, 4 April 2026 - 15:20 WIB

Diduga Dimonopoli, Harga Gas Melon Melambung Tinggi, Tembus Angka Rp60 Ribu per Tabung

Lahat, detikserelo.com – Aroma tak sedap dalam distribusi gas subsidi mulai tercium di Kecamatan Kikim Selatan. LPG 3 Kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, justru dijual dengan harga selangit hingga Rp60 ribu per tabung.

Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya permainan oknum dalam rantai distribusi—bahkan tak menutup kemungkinan praktik “mafia gas” yang mengambil keuntungan dari hak rakyat kecil.

Warga Desa Tanjung Kurung menjadi korban langsung. Mereka tak punya pilihan selain membeli dengan harga tinggi demi bisa memasak.

“Kami terpaksa beli, kalau tidak bagaimana bisa masak,” ujar warga.

Baca Juga  Tegaskan Komitmen Majukan Sumsel, Wagub Sumsel H. Cik Ujang Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Bersama Masyarakat Lahat

Yang lebih memprihatinkan, di pangkalan resmi pun harga masih berada di angka Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya.

Antrean panjang, stok terbatas, dan harga yang tetap mahal menjadi gambaran nyata buruknya tata niaga gas subsidi di wilayah tersebut.

“Silakan pemerintah dan aparat penegak hukum turun langsung. Jangan tutup mata,” tegas warga.

Penurunan harga dari Rp60 ribu ke Rp40 ribu tidak serta-merta meredakan keresahan. Justru semakin memperkuat dugaan bahwa harga bisa “dimainkan” sesuai kepentingan pihak tertentu.

Baca Juga  Bupati Lahat Kukuhkan 139 Nahkoda Pendidikan Baru, Titipkan Masa Depan di Tangan Kepala Sekolah

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius:

Apakah ada penimbunan? Apakah distribusi sengaja diselewengkan? Atau ada jaringan yang bermain di balik kelangkaan ini?

Jika benar ada praktik curang, maka ini bukan sekadar pelanggaran—ini bentuk perampasan hak masyarakat miskin.

Pemerintah Kabupaten Lahat dan aparat penegak hukum didesak untuk segera turun tangan, melakukan sidak, menelusuri jalur distribusi, dan menindak tegas pihak yang terlibat.

Sebab jika dibiarkan, “mafia gas” akan terus hidup—dan rakyat kecil yang akan terus menjadi korban.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Empat Pelajar Lahat Bersinar di FTBI Sumsel, Fadhel Amankan Tiket Nasional

Uncategorized

CV Lahat Kaki Langit Bantah Kritik Target Parkir, Ivon Agustini Klaim Setoran PAD Meningkat

Uncategorized

Warga Dusun IV Selpah Keluhkan Listrik Mandiri Tertahan, PLN: Sabar, Usai BPBL Mandiri Akan Menyusul

Uncategorized

Legalitas RSIA Adellia Graha Medika Disorot, Praktisi Hukum Minta Audit Perizinan dan Kejelasan IPAL

Uncategorized

Tanpa Dokumen Persetujuan Lingkungan, DPMTSP Lahat Terbitkan Izin Operasional RSIA Adellia Graha Medika

Uncategorized

‎Terobosan Gemilang Kepala Desa Tunggul Bute: Wujudkan Akses Jalan dan Listrik untuk Warga Dusun Selpah

Uncategorized

Warga Dusun Selpah Antusias Ikuti Sosialisasi PLN ULP Lahat, Kades Tunggul Bute Berikan Apresiasi

Uncategorized

Kadispupr Lahat Tinjau Langsung Normalisasi Irigasi 148 Hektar Sawah, di 3 Desa Terdampak Kemarau