
Palembang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan resmi mengumumkan sebanyak 21 nama calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel periode 2025-2028 yang dinyatakan lolos tahapan uji kompetensi dan berhak mengikuti proses berikutnya, yakni uji publik serta fit and proper test.
Pengumuman tersebut tertuang dalam dokumen bernomor 160/1/SQ1/DPRD.SS/2026 tentang Uji Publik Calon Anggota KPID Sumatera Selatan Periode 2025-2028 yang beredar pada Senin (18/5/2026).
Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa tahapan uji publik dilakukan sebagai bagian dari proses seleksi anggota KPID Sumsel sebelum pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi I DPRD Sumsel.
Berdasarkan isi dokumen, proses seleksi calon anggota KPID Sumsel mengacu pada Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kelembagaan dan Tata Kelola KPI serta Keputusan KPI Nomor 3 Tahun 2024 mengenai pedoman tata cara pemilihan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah.
“DPRD Provinsi Sumatera Selatan melalui pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan akan melaksanakan uji publik guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan tanggapan dan masukan mengenai calon anggota KPID Sumatera Selatan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Tahapan uji publik calon anggota KPID Sumsel ini menjadi perhatian berbagai kalangan, terutama insan penyiaran, akademisi, hingga pegiat media di Sumatera Selatan. Sebab, KPID Sumsel memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga penyiaran televisi maupun radio di daerah.
Selain itu, keberadaan KPID Sumsel juga dinilai penting dalam menjaga kualitas siaran agar tetap sesuai dengan regulasi penyiaran nasional dan norma sosial di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat.
Pengumuman 21 nama calon anggota KPID Sumsel tersebut disusun berdasarkan urutan abjad. Adapun nama-nama yang diumumkan antara lain Abdullah Arafah, Adi Gunawan Saputro, Dr. H. Ahmad Rizali, Alessandro, Amrillah, Bonny Pasandra, Deddy Pranata, Dina Aryani, Fikri Haikal, Hafisyah Agnesia, Hasandri Agustiawan, Heriyansa, Komarinah, M. Nasrul Fadhli, M. Haekal Al Haffafah, Muhammad Kurniawan R, Novarizal, Dr. Nurulanningsih, RM Solehin, Surya Agung Kurniawan, dan Syandi Fran Widodo. (*)




