Lahat detikserelo.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T, meninjau langsung lokasi normalisasi irigasi di Desa Pagar Batu, Rabu 26 Agustus 2026.
Peninjauan ini dilakukan bersama tiga kepala desa terdampak. Akibat kemarau panjang, aliran irigasi terhenti dan menyebabkan 148 hektare sawah di tiga desa tidak bisa ditanami.
Jeffran mengatakan, perubahan aliran sungai terjadi karena debit air Sungai Lematang yang mengecil selama kemarau.
“Setelah survei ke lokasi memang harus dilakukan normalisasi. Sawah di tiga desa penerima manfaat ini harus menunggu musim hujan. Kami sudah melihat langsung dan sesegera mungkin akan kita upayakan normalisasi agar masyarakat dapat kembali bercocok tanam,” ungkap Jeffran.
Sementara itu, Kepala Desa Jati, Hadi, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Lahat. la berharap normalisasi segera dilakukan agar warga bisa kembali bertani.
“Harapan kami persawahan di tiga desa ini dapat kembali ditanam. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lahat atas perhatian untuk Desa Pagar Batu, Desa Kuba, dan Desa Jati. Kalau tidak dapat perhatian, warga kami tidak bisa bersawah lagi selama musim kemarau,” tegas Hadi.
Senada disampaikan Febri, 43, warga Desa Jati. la mengaku sudah 3 bulan tidak bisa ke sawah karena air tidak mengalir.
“Sudah tiga bulan ini kami tidak aktivitas di sawah karena debit air Lematang kecil sehingga tidak bisa mengalir. Kami sangat mengapresiasi Pemkab dan ketiga Kepala Desa yang sudah mengupayakan normalisasi ini,” ujar Febri.
Tiga desa yang terdampak yakni Desa Pagar Batu, Desa Kuba, dan Desa Jati. (tsr)









