Lahat, detikserelo.com – Ketenangan suasana warga di Desa Tanjung Jambu Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan seketika berubah menjadi kepanikan, tatkala salah seorang warga atas nama Subaidi (46) dilaporkan hilang akibat diduga hanyut dan terseret derasnya arus sungai Lematang.
Kejadian nahas tersebut diduga terjadi saat korban diketahui sedang mandi sambil mencuci sepeda motornya di aliran sungai Lematang. Pasalnya, di lokasi kejadian ditemukan sepeda motor korban yang sudah dalam kondisi bersih, serta pakaian yang ditinggalkan di tepian sungai. Dugaan sementara, korban mengalami kram atau kelelahan hingga kehilangan kendali dan terseret arus.
Dari keterangan seorang saksi atas nama Hendi (19) mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah tempat sepeda motor korban ditemukan. Namun, saat dihampiru, dirinya tidak menemukan keberadaan korban, hanya mendapati kendaraan serta pakaian milik korban.
“Suaranya terdengar jelas minta tolong. Waktu perahu saya arahkan kesana, saya tidak mendapati siapapun di lokasi. Hanya sepeda motor dan pakaian,” ungkap Hendi, Selasa (05/05/2026).
Mendapatkan laporan korban hilang diduga terseret arus sungai Lematang, tim gabungan bersama warga mulai melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban hilang. Proses pencarian tidak mudah. Arus yang deras dan kedalaman sungai menjadi tantangan serius bagi tim di lapangan.
Sejumlah pejabat dan aparat turut hadir memantau langsung proses pencarian, di antaranya Camat Merapi Timur Dahri Pagustian, Kepala Desa Tanjung Jambu Ramdoni, Kepala Desa Gedung Agung Prengki, serta unsur TNI dan Polri.
Kepala Desa Tanjung Jambu, Ramdoni, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban diduga mengalami kram saat berada di sungai.
“Korban diduga kelelahan atau kram, lalu tiba-tiba hanyut. Saat ini tim SAR bersama BPBD dan warga masih terus melakukan pencarian,” jelasnya.
Hingga kini, harapan keluarga dan warga masih tertuju pada satu hal: keajaiban agar korban segera ditemukan. Proses pencarian juga akan dilakukan lagi keesokan harinya, mengingat pencarian korban pada malam hari tidak efektif dan efisien. (Red)









