Home / Uncategorized

Senin, 8 Juli 2024 - 10:57 WIB

Penyebaran Kasus HIV/AIDS di Lahat Meningkat, ini Penyebabnya

Lahat, detikserelo.com – Kabar mencemaskan datang bagi warga Kabupaten Lahat Sumatera Selatan yang gemar bergonta ganti pasangan. Pasalnya, dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, saat ini sudah ada 36 warga yang mengidap Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immunodeficiency Syndrome alias HIV/AIDS.

Hal ini jelas membuat warga harus ekstra waspada, mengingat penyebaran virus yang menggerogoti sistem imun tubuh ini, ialah antar sesama komunitas, dan juga dari tempat hiburan malam.

Kepala Dinas Kesehatan Lahat, Taufiq M Putra, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Aiwa Marlina SKM membenarkan, saat ini tercatat ada 36 warga di Lahat yang mengidap HIV/AIDS. Dari hasil pemantauan, 20 lebih merupakan warga Lahat, sisanya merupakan warga luar yang tak menetap. Diduga ada juga kasus yang berasal dari tempat hiburan malam di Lahat.

Baca Juga  Satlantas Polres Lahat Tilang Kendaraan Over Dimensi

“Untuk kasusnya ini beragam. Ada kasus yang berasal dari lelaki seks dengan lelaki (LSL), ada pula kasus lelaki seks dengan perempuan (LSP) karena suka gonta ganti pasangan, yang menyebar secara komunitas dengan usia diatas 30 tahun. Namun penyebaran yang paling banyak ada di kasus LSP,” kata Aiwa, Rabu (3/7/2024).

Aiwa menerangkan, untuk kasus terbaru yang pihaknya temui, ada sebagian pengidap bukan warga yang menetap di Kabupaten Lahat, namun diketahui ketika tengah jalani pemeriksaan medis di Lahat. Jika dari hasil pemeriksaan medis positif terjangkit HIV/AIDS, pihaknya langsung lakukan penelusuran jejak, seperti menanyakan kronologis hingga lakukan treking ke anggota keluarga.

Baca Juga  Agustriawan Pilih Tetap di Belakang Lensa, Tolak Dorongan Calon Ketua PWI Lahat

“Untuk yang bukan warga menetap, kita kesulitan lakukan treking. Apalagi ada sebagian pengidap masih tidak mau terbuka. Terkadang bahkan tidak kooperatif. Kita tidak bisa asal lakukan pemeriksaan di tempat-tempat hiburan malam, takutnya itu bisa menimbulkan kehebohan saja,” terangnya.

Aiwa mengimbau, bagi masyarakat yang tak kuat iman, agar lebih waspada. Lakukan hubungan seksual yang aman, menghindari penggunaan alat pribadi bersama orang lain, menghindari penggunaan jarum suntik bersama, dan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang.

“Pencegahan ada di iman masing-masing. Mau dilarang, itu susah. Untuk pemeriksaan HIV/AIDS, ibu hamil, pengidap PB, diabetes, jadi prioritas. Karena ada sebagian kasus, masa inkubasi virus terkadang lama baru bisa terdeteksi,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Momentum 1 Muharram 1448 H, Wakil DPRD Sumsel H. Nopianto Ajak Masyarakat Palembang Momentum Perkuat Iman

Uncategorized

Ade Pramanja Apresiasi Rekomendasi Pansus DPRD Sumsel, Perjuangkan dan Kawal Aspirasi Perkebunan Hingga 1,5 Tahun

Uncategorized

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Terima Aksi Unjuk Rasa Aliansi BEM Nusantara di Gedung Dewan

Uncategorized

Optimalkan PAD, DPRD Sumsel Gelar Rapat Pansus Bahas Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah

Uncategorized

Ketua DPRD Andie Denaldie Pimpin Rapat Paripurna Penyerahan LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Sumsel TA 2025

Uncategorized

Presiden Prabowo Disentil Mantan Ketua BEM UGM, Fraksi Gerindra Sumsel Angkat Bicara

Uncategorized

Pansus DPRD Sumsel Fasilitasi Kesalahpahaman, Warga Ogan Ilir Diizinkan Kelola Lahan Belum Produktif

Uncategorized

Ketua DPRD Sumsel Andie Denaldie Ikuti Pelatihan PAKU Integritas di KPK, Wujudkan Pemerintahan Bersih