Home / Uncategorized

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:44 WIB

Sabar Sudah Habis! Air Sungai Pait dan Lematang Kembali Berubah Jadi Limbah, Warga Ancam Lumpuhkan Aktivitas Tambang PT Pama

Lahat, detikserelo.com – Warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kembali meradang. Pasalnya, aliran Sungai Pait dan Sungai Lematang diduga kuat kembali tercemar oleh limbah batu bara yang berasal dari aktivitas penambangan PT Pama Persada Nusantara, yang merupakan sub-kontraktor dari PT Bukit Asam (PT BA).

​Kondisi air sungai yang berubah warna dan tercemar ini memicu amarah warga setempat. Pasalnya, kedua sungai tersebut selama ini menjadi salah satu sumber air yang vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

​Kesal karena permasalahan ini terus berulang tanpa ada solusi konkret, warga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran langsung ke lokasi penambangan PT Pama Persada Nusantara.

​​Dampak pencemaran ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Har, salah seorang warga Desa Gunung Kembang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak perusahaan yang terkesan abai terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Baca Juga  Bentuk Kepedulian, Gubernur Herman Deru Fasilitasi Kebutuhan Keluarga Korban Bus ALS Selama Proses Identifikasi di Palembang

​”Kami sudah sangat bersabar, tapi kalau sungai kami terus-menerus dicemari seperti ini, kami tidak bisa tinggal diam. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Har dengan nada kesal.

​Senada dengan Har, Mul, warga setempat lainnya, juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, aktivitas penambangan seharusnya tidak mengorbankan hak warga untuk mendapatkan air bersih. Jika tidak ada tindakan nyata dari pihak manajemen, aksi turun ke jalan dinilai menjadi satu-satunya jalan agar suara mereka didengar.

​​Merespons keresahan warganya, Kades Gunung Kembang, Edi Suparno, angkat bicara. Ia meminta dengan tegas agar pihak perusahaan segera mengambil langkah cepat untuk menanggulangi pencemaran ini.

​Edi Suparno mendesak pihak PT Pama dan PT BA untuk melakukan investigasi internal dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah mereka agar tidak lagi bocor ke aliran sungai yang mengalir ke permukiman warga.

Baca Juga  Rakerda Perdana 2026, SMSI Lahat Fokus Konsolidasi dan Program Kerja

​Sementara itu menanggapi persoalan ini, humas PT BA, Reco mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekean guna memastikan apakah limbah ini berasal dari PT Pama atau PLTU Banjarsari (BPI).

Pengecekan dilakukan karena 2 hari ini tidak ada hujan dan tidak ada aktivitas pompa ke sungai pait dan kontruksi KPL 07 sudah selesai.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi terus dilakukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat saat dikonfirmasi belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan atau sanksi yang akan diambil mengenai dugaan kebocoran limbah yang memicu ancaman demo dari warga Desa Gunung Kembang. (fr)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bantuan Buku Gratis Dari Bupati dan Wakil Bupati Disambut Meriah SDN 3 Lahat

Uncategorized

Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Terima Tim Sensus Ekonomi 2026

Uncategorized

Tekankan Penyelesaian Konflik Agraria, DPRD Sumsel Serahkan Rekomendasi Pansus Perkebunan ke Pemkab Lahat

Uncategorized

DPRD Sumsel Tinjau Kesiapan Implementasi KRIS di Puskesmas Payakabung

Uncategorized

PLN UP3 Lahat Silaturahmi ke Ponpes Babussalam Al Ikhlas, Bantu Kenaikan Daya dan Tarif Sosial

Uncategorized

Perkuat Fungsi Pengawasan, Komisi II DPRD Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke DPRD OKI

Uncategorized

Pastikan Stok Daging dan Kesehatan Hewan Terjamin, Komisi II DPRD Sumsel Tinjau RPH PT. Bina Hilir Utama Niaga

Uncategorized

Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot, Komisi I DPRD Sumsel Kunker ke Diskominfo Provinsi Lampung