Home / Uncategorized

Selasa, 21 April 2026 - 10:14 WIB

Kebun Musnah, Sungai Pait Berubah Jadi Lumpur: Tangis Petani Lahat di Balik Lambannya Upaya Kompensasi PTBA

Lahat, detikserelo.com – Ketidakpastian menyelimuti warga terdampak pencemaran limbah yang diduga kuat berasal dari operasional PT PAMA, subkontraktor PT Bukit Asam (PTBA). Hingga Selasa (21/04/26), upaya warga menuntut pertanggungjawaban perusahaan masih belum menemui titik terang, memicu ancaman langkah hukum jika persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut.

​​Para pemilik lahan dan perkebunan mendesak PTBA untuk segera menuntaskan kompensasi dan pemulihan lingkungan. Darmansyah, salah satu pemilik kebun yang lahannya hancur akibat terjangan limbah, mengecam lambannya respons perusahaan.

​”Kami tidak ingin persoalan ini digantung. Sudah satu minggu pihak PTBA turun ke lokasi dan mengambil sampel air limbah, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kebun kami sudah rusak,” tegas Darmansyah dengan nada kecewa.

Baca Juga  Musda JSIT Lahat Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan

​Senada dengan Darmansyah, Dendi, pemilik lahan lainnya, menyatakan bahwa kesabaran warga mulai habis. Ia menekankan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada solusi nyata, warga siap membawa kasus ini ke ranah hukum demi menuntut keadilan atas kerugian material yang mereka alami.

​​Kerusakan ternyata tidak hanya menyasar sektor pertanian. Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno, membeberkan fakta lapangan yang lebih mengkhawatirkan. Menurutnya, aliran Sungai Pait kini dalam kondisi memprihatinkan.

​”Bukan hanya lahan dan perkebunan warga yang rusak, namun Sungai Pait juga sudah ikut tercemar. Airnya berubah keruh dan berlumpur, bahkan dinding sungai mulai tergerus akibat sedimen limbah,” ungkap Edi.

Baca Juga  Anggota DPRD Sumsel Hadiri Soft Lounching Pusat oleh-oleh Khas Kota Palembang

​​Menanggapi tuntutan warga, Humas PTBA, Reco, memberikan penjelasan singkat saat dikonfirmasi. Ia memastikan bahwa pihak perusahaan sedang bekerja namun meminta warga untuk sedikit bersabar.

​”Saat ini masih proses, Pak. Kami usahakan dalam waktu dekat sudah ada hasilnya dari rekan-rekan departemen terkait,” ujar Reco singkat.

​​Limbah yang merembes ke wilayah Merapi Timur ini telah mengubah ekosistem secara drastis. Material cair dan sedimen lumpur tidak hanya merusak kualitas air, tetapi juga mematikan tanaman perkebunan warga. Bagi petani seperti Darmansyah, ini bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman terhadap mata pencaharian utama mereka yang kini tertimbun lumpur limbah.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

SD Negeri 3 Lahat Buka SPMB Tahun ajaran 2026-2027

Uncategorized

Pengurus PWI Kabupaten Lahat Periode 2026-2029 Resmi Dilantik

Uncategorized

Perkuat Solidaritas Internal, Kadispora Lahat Hasperi Susanto Tancap Gas Benahi Organisasi

Uncategorized

Hampir 24 Jam Listrik Padam dari Kota Hingga Pelosok Desa, Kantor PLN Lahat Digeruduk Masa

Uncategorized

Tak Ada Pelanggaran, Pemberhentian Sekdes Lubuk Layang Ilir Disebut Sudah Sesuai Prosedur

Uncategorized

Menjaga Nalar Demokrasi dalam Muscab PKB Lahat

Uncategorized

Hj. Yunani Tetap Tegak Lurus pada Keputusan Partai, Tunjukkan Sikap Dewasa dalam Dinamika Politik PKB Lahat

Uncategorized

Edwar, Sosok “Kuda Hitam” di Bursa Pemilihan Ketua DPC PKB Lahat, Tak Gentar Hadapi Sederet Nama Besar