Lahat, detikserelo.com – Program Bupati – Wakil Bupati Kabupaten Lahat untuk memberikan bantuan berupa buku dan seragam gratis dari untuk siswa baru jenjang SD dan SMP, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menuai keluhan warga. Keluhan ini bukan tak berdasar. Wali Murid mempertanyakan kebijakan pembagian buku tersebut yang tidak merata, sehingga menimbulkan kesan negatif diantara para wali murid. Bahkan, program bantuan buku tersebut juga dinilai tidak tepat sasaran.
Salah seorang wali murid berinisial SAS menceritakan bagaimana anaknya yang saat ini sekolah di SD Negeri 27 Lahat dan sudah kelas 2, malah mendapatkan bantuan buku tersebut meskipun hanya berjumlah 2 pcs, tidak sebanyak 1 pack (10 pcs) seperti yang diprogramkan.
“Ya namanya bantuan, pasti kami terima pak. Kami tidak tahu jika aturan atau mekanismenya siswa yang mendapatkan bantuan adalah siswa baru. Bantuan yang kami terima juga hanya 2 pcs buku, bukan 1 pack seperti yang diumumkan,” ungkapnya.
Keluhan lain juga muncul di media sosial. Akun Dian Muara berkomentar, jika anaknya sudah mendapatkan bantuan buku tersebut, namun jumlahnya hanya satu. “Sdh dapat cuma satu”.
Sementara akun Pabrianto menulis “Alhamdulillah untuk SMPN 1 Merapi Barat per siswa kelas VII dapat 10 buku,”
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat, H. Niel Aldrin, S.E., M.AP. membenarkan adanya bantuan buku tersebut. Selain bantuan buku tulis, pihaknya juga memberikan bantuan berupa seragam sekolah yang semua anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Lahat.
“Memang benar ada bantuan ke SD dan SMP untuk siswa baru. Bantuan berupa 1 pack (10 pcs) buku untuk 1 orang siswa baru,” jelasnya Senin,(27/7/2026).
Sementara itu, Kasi sarana dan prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Juli S.Pd., MM. menjelaskan jika teknis penyaluran bantuan buku dilakukan langsung oleh penyelenggara (pihak ketiga) buku ke sekolah-sekolah.
“Penyerahan buku sudah dilaksanakan di beberapa sekolah, dan akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah jenjang SD dan SMP,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai jumlah pembagian buku yang tidak sesuai aturan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat berkilah jika mereka hanya mengeluarkan SK sesuai dengan data yang dikirim oleh masing-masing sekolah.
“Untuk tekhnis pembagian buku silahkan konfirmasi ke pihak sekolah atau pihak ketiga yang membagikan buku tersebut di lapangan. Setahu kami, memang buku-buku tersebut diperuntukkan bagi siswa baru. Apabila ada buku yang berlebih itu juga diberikan ke anak yang kurang mampu disekolah tersebut dan yang menyalurkan itu juga bukan kami,” tambah Juli.
Adanya perbedaan jumlah buku yang diterima, dan siswa yang mendapatkan buku juga bukan siswa baru ini membuat masyarakat berharap Pemkab Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat melakukan monitoring agar bantuan benar-benar sesuai program dan tepat sasaran. (tsr)









