Home / Uncategorized

Minggu, 5 April 2026 - 10:34 WIB

Ditengah Seruan Efisiensi, PDAM Lahat Jalan-Jalan ke Bogor

Lahat, detikserelo.com – Efisiensi anggaran belanja sudah dicanangkan pemerintah secara intensif untuk APBN 2026 melalui PMK Nomor 56 Tahun 2025 yang ditetapkan pada Agustus 2025. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 yang telah memangkas 15 jenis pos belanja, seperti perjalanan dinas dan rapat, guna memastikan APBN 2026 lebih produktif. Namun, seruan efisiensia nggaran yang digaungkan pemerintah pusat tampaknya belum benar-benar “mendarat” di semua lini. Di Kabupaten Lahat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) justru menunjukkan wajah sebaliknya: tetap leluasa menggelar kegiatan di luar daerah dengan biaya yang diduga tidak kecil.

Alih-alih menahan belanja, PDAM Lahat di bawah komando Direktur Anda Wijaya malah menggelar kegiatan outbound di Kota Bogor, Jawa Barat. Agenda yang kerap dibungkus sebagai “peningkatan kapasitas SDM” ini kembali memunculkan pola lama yang tak asing: kegiatan dinas beraroma wisata.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Terima Aksi Unjuk Rasa Aliansi BEM Nusantara di Gedung Dewan

Informasi yang beredar menyebutkan, rombongan tidak hanya diisi pegawai, tetapi juga melibatkan pihak-pihak di luar kepentingan langsung, termasuk istri direktur. Lebih jauh, Kabag Ekonomi Pemkab Lahat Miharta juga turut serta, bahkan memboyong stafnya.

Jika benar, publik patut bertanya: di mana urgensinya? Dan yang lebih penting, dari pos anggaran mana kegiatan ini dibiayai?

Sorotan keras datang dari etua Serasan Setungguan Sumsel, KMS Ali Ismail, S.E., yang secara terbuka menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan—bahkan terkesan menantang kebijakan efisiensi itu sendiri.

“Ini bukan lagi soal tepat atau tidak. Ini sudah masuk ke ranah etika penggunaan anggaran. Saat negara bicara efisiensi, mereka malah jalan-jalan,” tegasnya.

Ali juga mengingatkan, jika kegiatan semacam ini dibiarkan tanpa evaluasi, maka bukan tidak mungkin muncul dugaan pembiaran sistemik—di mana praktik pemborosan dianggap hal lumrah selama dibungkus agenda resmi.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan PASKI, Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Dorong Komedian Sumsel Adaptif dan Cerdas di Era Digital

“Kalau tidak ada tindakan, publik bisa menilai ada pembiaran. Ini berbahaya, karena bisa jadi pola lama—kegiatan dinas rasa wisata—yang terus dipelihara,” ujarnya.

Lebih jauh, situasi ini juga dinilai berpotensi menyeret nama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Di satu sisi, kepala daerah gencar mengampanyekan efisiensi. Namun di sisi lain, bawahannya justru terlihat berjalan di arah berlawanan.

Kontradiksi ini memunculkan pertanyaan yang lebih tajam: apakah ini sekadar kelalaian pengawasan, atau memang ada ruang longgar yang sengaja dibiarkan?

Hingga kini, belum ada transparansi terkait besaran anggaran, tujuan spesifik kegiatan, maupun indikator keberhasilan yang bisa diukur dari agenda tersebut.

Tanpa keterbukaan, publik hanya melihat satu hal yang kasat mata: perjalanan keluar daerah, rombongan besar, dan beban biaya yang berpotensi ditanggung uang rakyat.

Jika pola ini terus berulang, maka efisiensi bukan lagi kebijakan melainkan sekadar slogan tanpa makna.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bantuan Buku Gratis Dari Bupati dan Wakil Bupati Disambut Meriah SDN 3 Lahat

Uncategorized

Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Terima Tim Sensus Ekonomi 2026

Uncategorized

Tekankan Penyelesaian Konflik Agraria, DPRD Sumsel Serahkan Rekomendasi Pansus Perkebunan ke Pemkab Lahat

Uncategorized

DPRD Sumsel Tinjau Kesiapan Implementasi KRIS di Puskesmas Payakabung

Uncategorized

PLN UP3 Lahat Silaturahmi ke Ponpes Babussalam Al Ikhlas, Bantu Kenaikan Daya dan Tarif Sosial

Uncategorized

Perkuat Fungsi Pengawasan, Komisi II DPRD Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke DPRD OKI

Uncategorized

Pastikan Stok Daging dan Kesehatan Hewan Terjamin, Komisi II DPRD Sumsel Tinjau RPH PT. Bina Hilir Utama Niaga

Uncategorized

Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot, Komisi I DPRD Sumsel Kunker ke Diskominfo Provinsi Lampung